SMP Negeri 2 Brangsong kembali menunjukkan komitmennya dalam
membentuk karakter dan keterampilan peserta didik melalui pelaksanaan
Kokurikuler Tema Ke-4 Kewirausahaan yang dikemas secara kreatif dan inovatif
dalam bentuk selebrasi Market Day hasil karya dan kreativitas siswa. Kegiatan
yang berlangsung meriah ini menjadi salah satu wujud nyata implementasi
pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan menanamkan jiwa kewirausahaan sejak
dini kepada para siswa. Dengan mengusung semangat “Mewujudkan Kemandirian,
Inovasi, dan Berani Menghadapi Masalah dan Tantangan”, seluruh rangkaian
kegiatan berlangsung penuh antusiasme dan menjadi pengalaman belajar yang
sangat bermakna bagi peserta didik.
Kegiatan selebrasi Market Day tersebut dilaksanakan pada hari
Rabu, 13 Mei 2026 mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB di lingkungan
SMP N 2 Brangsong. Sejak pagi hari, suasana sekolah tampak berbeda dari
biasanya. Halaman sekolah dipenuhi berbagai stan menarik yang dihias dengan
kreativitas tinggi oleh para siswa kelas VII dan VIII sebagai peserta utama
kegiatan kokurikuler tema kewirausahaan ini. Berbagai produk hasil karya siswa
dipamerkan dan diperjualbelikan, mulai dari makanan ringan dan minuman segar yang sekarang sedang populer dikalangan gen Z serta produk kreatif lainnya yang menunjukkan kemampuan
siswa dalam berinovasi dan bekerja sama dalam tim. Sementara itu, siswa kelas
IX tidak mengikuti kegiatan kokurikuler tersebut karena telah menyelesaikan
Ujian Satuan Pendidikan (USP) dan sedang mengikuti rangkaian sosialisasi Sistem
Penerimaan Murid Baru (SPMB) baik dari sekolah negeri maupun sekolah swasta
sebagai persiapan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Pelaksanaan Kokurikuler Tema Ke-4 Kewirausahaan di SMP N 2
Brangsong sendiri berlangsung menggunakan sistem blok selama satu minggu penuh.
Selama pelaksanaan tersebut, siswa mengikuti tahapan pembelajaran secara runtut
dan terstruktur mulai dari tahap perencanaan usaha, pemberian materi
kewirausahaan, praktik pembuatan produk, pelaksanaan selebrasi Market Day,
hingga tahap evaluasi kegiatan. Dalam tahap awal, siswa diberikan pemahaman
mengenai konsep dasar kewirausahaan, cara membaca peluang usaha, strategi
pemasaran sederhana, hingga pentingnya kreativitas dan kerja sama dalam
menjalankan usaha. Setelah itu, siswa mulai merancang produk yang akan
dipasarkan, menghitung modal dan keuntungan, hingga mendesain konsep stan agar
menarik perhatian pengunjung. Seluruh proses pembelajaran berlangsung aktif,
menyenangkan, dan memberikan pengalaman nyata kepada siswa tentang dunia usaha
dan tantangan di dalamnya.
Koordinator kegiatan, Agus prasetyo, S.Pd., dalam
sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan kokurikuler tema kewirausahaan tahun
ini dipersiapkan dengan sangat matang dan melibatkan kerja sama seluruh warga
sekolah. Ia menjelaskan bahwa sejak awal seluruh tim kokurikuler telah melakukan berbagai
persiapan mulai dari penyusunan materi pembelajaran, pembagian kelompok siswa,
pengarahan konsep usaha, hingga penataan lokasi dan pembuatan stan Market Day
yang dilakukan dengan penuh semangat oleh para siswa. Menurutnya, kegiatan ini
bukan hanya sekadar ajang jual beli, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran
karakter seperti tanggung jawab, kreativitas, komunikasi, dan keberanian
menghadapi tantangan. Ia juga merasa bangga melihat semangat siswa yang begitu
tinggi dalam mempersiapkan produk dan stan mereka masing-masing. Selain itu,
dalam kegiatan ini juga diadakan penilaian untuk menentukan juara stan terbaik
dan penjualan paling produktif sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas
dan kerja keras siswa selama mengikuti program kokurikuler kewirausahaan.
Kepala SMP N 2 Brangsong, Nidhom, S.Pd., M.Pd., dalam
sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia, guru
pendamping, dan siswa yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan
bahwa kokurikuler tema kewirausahaan merupakan bagian penting dalam membentuk
profil pelajar yang mandiri, kreatif, inovatif, dan mampu menghadapi tantangan
kehidupan di masa depan. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada
kemampuan akademik semata, tetapi juga harus mampu membekali siswa dengan
keterampilan hidup dan kemampuan berpikir kritis. Melalui kegiatan Market Day
ini, siswa belajar secara langsung bagaimana merencanakan usaha, bekerja sama,
melayani konsumen, hingga mengambil keputusan dalam situasi nyata. Kepala
sekolah juga berharap pengalaman yang diperoleh siswa selama kegiatan ini dapat
menjadi bekal berharga untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur sejak usia dini.
Sementara itu, Ketua OSIS SMP N 2 Brangsong, Adam Dwiyanto,
turut menyampaikan tanggapannya mengenai kegiatan kokurikuler tema
kewirausahaan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan Market Day menjadi
pengalaman yang sangat menyenangkan sekaligus menantang bagi para siswa.
Menurutnya, para peserta tidak hanya belajar tentang cara berjualan, tetapi
juga belajar mengatur strategi, membangun kerja sama tim, dan melatih rasa
percaya diri saat menawarkan produk kepada pembeli. Adam juga mengatakan bahwa
kegiatan seperti ini membuat siswa lebih kreatif dan termotivasi untuk terus
mengembangkan ide-ide baru. Ia merasa bangga karena seluruh siswa terlihat
sangat antusias dan mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam kegiatan
tersebut.
Selama pelaksanaan berlangsung, suasana sekolah terlihat
sangat meriah dan penuh semangat. Para siswa dengan penuh percaya diri
menawarkan produk mereka kepada guru, teman, maupun pengunjung yang hadir.
Sorak semangat, canda tawa, dan interaksi hangat antar siswa menciptakan
suasana pembelajaran yang hidup dan menyenangkan. Tidak hanya menjadi ajang
selebrasi kreativitas, kegiatan ini juga sarat dengan nilai-nilai pembelajaran
seperti kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, komunikasi, dan kemampuan menyelesaikan
masalah. Market Day menjadi bukti bahwa pembelajaran dapat dilakukan dengan
cara yang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman nyata yang akan terus
diingat oleh siswa.
Melalui kegiatan Kokurikuler Tema Ke-4 Kewirausahaan ini, SMP
N 2 Brangsong berhasil menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mendidik
secara akademis, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan siswa untuk
menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Semangat kemandirian, inovasi,
dan keberanian yang ditanamkan melalui kegiatan ini diharapkan mampu menjadi
bekal bagi para siswa untuk terus berkembang menjadi generasi yang kreatif,
tangguh, dan siap bersaing di era modern.



.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
