Keikutsertaan SMP Negeri 2
Brangsong dalam Kendal Open Fair 2026 merupakan bagian dari Pekan Kebudayaan
Daerah melalui Pentas Seni Sekolah SMP Wilayah Kaliwungu. Kegiatan ini menjadi
wadah bagi sekolah-sekolah untuk menampilkan kreativitas, bakat, dan potensi
peserta didik dalam bidang seni budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya
daerah kepada masyarakat luas. Selain SMP Negeri 2 Brangsong, pentas seni tersebut
juga diikuti oleh SMP NU 03 Kaliwungu, SMP Negeri 1 Brangsong, SMP Manhik, dan
SMP Muhammadiyah 03 Kaliwungu. Seluruh sekolah tampil secara bergantian pada
sore hari dengan menampilkan pertunjukan terbaik yang mendapat sambutan hangat
dari para pengunjung Kendal Open Fair.
Sejak musik pengiring mulai
dimainkan, perhatian penonton langsung tertuju kepada para penari SMP Negeri 2
Brangsong yang memasuki panggung dengan penuh percaya diri. Balutan kostum yang
anggun dipadukan dengan properti payung yang berwarna-warni menciptakan kesan
artistik yang memukau. Gerakan yang serempak, ekspresi yang hidup, serta
penguasaan panggung yang baik membuat penampilan mereka semakin memikat. Tepuk
tangan dan sorak kagum dari para penonton terus mengiringi setiap rangkaian
gerakan tari yang ditampilkan hingga akhir pertunjukan.
Tim Tari SMP Negeri 2 Brangsong
yang tampil pada kesempatan tersebut diperkuat oleh lima penari terbaik, yaitu
Ellisa Salsabila, Zahira Ayudia Inara, Ashalasa Mirza, Aqeela Safiya, dan Risty
Azzahra. Kelima siswi tersebut berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya
setelah melalui proses latihan yang intensif. Kekompakan, ketepatan gerak,
keluwesan, serta ekspresi yang mereka tampilkan mampu menyampaikan pesan tari
secara utuh kepada seluruh penonton yang hadir.
Tarian yang dibawakan merupakan
karya koreografer Untung Mujiono. Karya tari tersebut mengangkat kisah tentang
masa bermain anak-anak yang penuh kebersamaan, kegembiraan, dan kenangan yang
tidak mudah dilupakan. Melalui gerak tari yang lembut namun dinamis, penonton
diajak kembali mengingat masa kecil ketika anak-anak berkumpul di halaman
rumah, lapangan, maupun lingkungan sekitar untuk bermain bersama tanpa mengenal
perbedaan. Nilai kebersamaan, persahabatan, saling menghargai, dan keselarasan
menjadi pesan utama yang ingin disampaikan dalam karya tari tersebut.
Salah satu daya tarik utama dari
tarian ini adalah penggunaan payung sebagai properti utama. Payung yang diayun,
diputar, ditimang, dan dimainkan mengikuti irama musik menjadi simbol keceriaan
masa kanak-kanak. Gerakan payung yang berpadu dengan lenggak-lenggok tubuh para
penari menghasilkan komposisi tari yang indah dan harmonis. Setiap ayunan
payung menggambarkan karakter anak-anak yang lincah, polos, ceria, dan penuh
semangat. Keselarasan gerak antarpenari juga menjadi simbol pentingnya
kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SMP Negeri 2 Brangsong yang
juga menjabat sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Wilayah
Brangsong–Kaliwungu menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas penampilan
luar biasa yang ditunjukkan oleh para peserta didik.
“Kami sangat bersyukur dan bangga
atas kesempatan yang diberikan kepada SMP Negeri 2 Brangsong untuk
berpartisipasi dalam Kendal Open Fair 2026. Pentas seni seperti ini bukan
sekadar hiburan, tetapi merupakan media pendidikan yang sangat penting dalam membangun
karakter peserta didik. Melalui seni, anak-anak belajar tentang kedisiplinan,
kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, serta keberanian tampil di hadapan
masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus menjadi agenda tahunan
karena mampu menjadi ruang bagi sekolah untuk menunjukkan potensi terbaik
sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya
Indonesia. Terima kasih kepada seluruh panitia, pemerintah daerah, para guru,
pelatih, orang tua, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga
anak-anak mampu tampil dengan sangat baik,” ungkap beliau.
Beliau juga menambahkan bahwa
pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh warga sekolah.
Menurutnya, keberhasilan bukan hanya diukur dari penampilan di atas panggung,
tetapi juga dari proses pembelajaran yang membentuk karakter peserta didik menjadi
pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, kreatif, dan mampu bekerja sama dalam
sebuah tim.
Sementara itu, pelatih tari SMP
Negeri 2 Brangsong, Arum Setyowati, S.Pd., mengungkapkan bahwa proses persiapan
menuju penampilan di Kendal Open Fair berlangsung dalam waktu yang relatif
singkat. Meskipun demikian, semangat belajar para penari menjadi modal utama
dalam menghadapi tantangan tersebut.
“Persiapan kami memang cukup
singkat sehingga setiap waktu latihan benar-benar dimanfaatkan secara maksimal.
Anak-anak harus belajar menghafal gerakan, memahami karakter tari, menguasai
pola lantai, menjaga kekompakan, serta menyesuaikan ekspresi dengan alur cerita
yang dibawakan. Walaupun waktunya terbatas, mereka menunjukkan semangat luar
biasa. Tidak pernah mengeluh, selalu hadir tepat waktu, dan terus berusaha
memperbaiki setiap gerakan. Saya merasa bangga karena mereka mampu menampilkan
hasil latihan dengan sangat baik di atas panggung. Semoga pengalaman ini
menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkarya,” tutur Arum Setyowati, S.Pd.
Pendapat senada disampaikan oleh
Pembina Ekstrakurikuler Tari SMP Negeri 2 Brangsong, Hanin Rofika Pramestie,
S.Pd. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim
yang saling mendukung selama proses latihan.
“Latihan yang singkat tentu
menjadi tantangan tersendiri. Namun saya melihat semangat luar biasa dari
seluruh penari. Mereka memiliki kemauan belajar yang tinggi, saling membantu,
saling mengingatkan, dan tidak mudah menyerah ketika mengalami kesulitan. Kami
tidak hanya melatih teknik menari, tetapi juga membangun karakter, rasa percaya
diri, disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama. Penampilan hari
ini merupakan hasil dari proses panjang yang penuh perjuangan. Saya berharap
pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga bagi anak-anak untuk terus
mencintai seni budaya dan berani tampil membawa nama baik sekolah di berbagai
kesempatan,” ujarnya.
Penampilan Tim Tari SMP Negeri 2
Brangsong mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari para penonton. Tepuk
tangan bergemuruh terdengar ketika tarian berakhir. Banyak pengunjung
mengabadikan setiap momen menggunakan telepon genggam sebagai bentuk kekaguman
terhadap penampilan para siswa. Tidak sedikit pula yang menyampaikan bahwa
tarian tersebut berhasil membawa mereka bernostalgia mengenang masa kecil yang
penuh permainan tradisional, kebersamaan, dan keceriaan.
Keikutsertaan dalam Kendal Open
Fair 2026 menjadi bukti nyata komitmen SMP Negeri 2 Brangsong dalam mendukung
pengembangan bakat dan minat peserta didik, khususnya di bidang seni budaya.
Selain sebagai ajang unjuk kreativitas, kegiatan ini juga menjadi media untuk
mempererat hubungan antarsekolah, memperkenalkan budaya daerah kepada
masyarakat, serta menanamkan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa kepada
generasi muda.
Melalui penampilan yang memukau
ini, SMP Negeri 2 Brangsong kembali membuktikan bahwa prestasi tidak hanya
diraih melalui bidang akademik, tetapi juga melalui seni dan budaya. Dengan
semangat kebersamaan, kerja keras, disiplin, serta dedikasi seluruh tim,
sekolah berharap dapat terus melahirkan generasi yang kreatif, berkarakter,
berprestasi, dan mampu menjadi duta budaya yang membanggakan Kabupaten Kendal
di tingkat yang lebih tinggi.

.jpeg)