Kamis, 23 Juli 2026

Spektakuler! Tim Tari SMP Negeri 2 Brangsong Hipnotis Penonton di Kendal Open Fair 2026, Angkat Nostalgia Masa Kecil Lewat Tarian Payung yang Memesona

Post oleh : Ulul Azmi Guru Besar | Rilis : 10.44 | Series :

 

Kendal – Penampilan memukau kembali ditunjukkan oleh peserta didik SMP Negeri 2 Brangsong dalam ajang Kendal Open Fair 2026. Tim Tari SMP Negeri 2 Brangsong berhasil mencuri perhatian sekaligus menuai apresiasi dari ratusan bahkan ribuan pengunjung yang memadati Panggung Kendal Open Fair di Kompleks Stadion Kebondalem, Kabupaten Kendal, pada Rabu sore (22/7/2026). Penampilan yang mengangkat nilai-nilai budaya serta kenangan indah masa kanak-kanak tersebut sukses menghadirkan suasana haru, ceria, sekaligus membanggakan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kendal.

Keikutsertaan SMP Negeri 2 Brangsong dalam Kendal Open Fair 2026 merupakan bagian dari Pekan Kebudayaan Daerah melalui Pentas Seni Sekolah SMP Wilayah Kaliwungu. Kegiatan ini menjadi wadah bagi sekolah-sekolah untuk menampilkan kreativitas, bakat, dan potensi peserta didik dalam bidang seni budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas. Selain SMP Negeri 2 Brangsong, pentas seni tersebut juga diikuti oleh SMP NU 03 Kaliwungu, SMP Negeri 1 Brangsong, SMP Manhik, dan SMP Muhammadiyah 03 Kaliwungu. Seluruh sekolah tampil secara bergantian pada sore hari dengan menampilkan pertunjukan terbaik yang mendapat sambutan hangat dari para pengunjung Kendal Open Fair.

Sejak musik pengiring mulai dimainkan, perhatian penonton langsung tertuju kepada para penari SMP Negeri 2 Brangsong yang memasuki panggung dengan penuh percaya diri. Balutan kostum yang anggun dipadukan dengan properti payung yang berwarna-warni menciptakan kesan artistik yang memukau. Gerakan yang serempak, ekspresi yang hidup, serta penguasaan panggung yang baik membuat penampilan mereka semakin memikat. Tepuk tangan dan sorak kagum dari para penonton terus mengiringi setiap rangkaian gerakan tari yang ditampilkan hingga akhir pertunjukan.

Tim Tari SMP Negeri 2 Brangsong yang tampil pada kesempatan tersebut diperkuat oleh lima penari terbaik, yaitu Ellisa Salsabila, Zahira Ayudia Inara, Ashalasa Mirza, Aqeela Safiya, dan Risty Azzahra. Kelima siswi tersebut berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya setelah melalui proses latihan yang intensif. Kekompakan, ketepatan gerak, keluwesan, serta ekspresi yang mereka tampilkan mampu menyampaikan pesan tari secara utuh kepada seluruh penonton yang hadir.

Tarian yang dibawakan merupakan karya koreografer Untung Mujiono. Karya tari tersebut mengangkat kisah tentang masa bermain anak-anak yang penuh kebersamaan, kegembiraan, dan kenangan yang tidak mudah dilupakan. Melalui gerak tari yang lembut namun dinamis, penonton diajak kembali mengingat masa kecil ketika anak-anak berkumpul di halaman rumah, lapangan, maupun lingkungan sekitar untuk bermain bersama tanpa mengenal perbedaan. Nilai kebersamaan, persahabatan, saling menghargai, dan keselarasan menjadi pesan utama yang ingin disampaikan dalam karya tari tersebut.

Salah satu daya tarik utama dari tarian ini adalah penggunaan payung sebagai properti utama. Payung yang diayun, diputar, ditimang, dan dimainkan mengikuti irama musik menjadi simbol keceriaan masa kanak-kanak. Gerakan payung yang berpadu dengan lenggak-lenggok tubuh para penari menghasilkan komposisi tari yang indah dan harmonis. Setiap ayunan payung menggambarkan karakter anak-anak yang lincah, polos, ceria, dan penuh semangat. Keselarasan gerak antarpenari juga menjadi simbol pentingnya kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SMP Negeri 2 Brangsong yang juga menjabat sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Wilayah Brangsong–Kaliwungu menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas penampilan luar biasa yang ditunjukkan oleh para peserta didik.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas kesempatan yang diberikan kepada SMP Negeri 2 Brangsong untuk berpartisipasi dalam Kendal Open Fair 2026. Pentas seni seperti ini bukan sekadar hiburan, tetapi merupakan media pendidikan yang sangat penting dalam membangun karakter peserta didik. Melalui seni, anak-anak belajar tentang kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, serta keberanian tampil di hadapan masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus menjadi agenda tahunan karena mampu menjadi ruang bagi sekolah untuk menunjukkan potensi terbaik sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya Indonesia. Terima kasih kepada seluruh panitia, pemerintah daerah, para guru, pelatih, orang tua, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga anak-anak mampu tampil dengan sangat baik,” ungkap beliau.

Beliau juga menambahkan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh warga sekolah. Menurutnya, keberhasilan bukan hanya diukur dari penampilan di atas panggung, tetapi juga dari proses pembelajaran yang membentuk karakter peserta didik menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, kreatif, dan mampu bekerja sama dalam sebuah tim.

Sementara itu, pelatih tari SMP Negeri 2 Brangsong, Arum Setyowati, S.Pd., mengungkapkan bahwa proses persiapan menuju penampilan di Kendal Open Fair berlangsung dalam waktu yang relatif singkat. Meskipun demikian, semangat belajar para penari menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Persiapan kami memang cukup singkat sehingga setiap waktu latihan benar-benar dimanfaatkan secara maksimal. Anak-anak harus belajar menghafal gerakan, memahami karakter tari, menguasai pola lantai, menjaga kekompakan, serta menyesuaikan ekspresi dengan alur cerita yang dibawakan. Walaupun waktunya terbatas, mereka menunjukkan semangat luar biasa. Tidak pernah mengeluh, selalu hadir tepat waktu, dan terus berusaha memperbaiki setiap gerakan. Saya merasa bangga karena mereka mampu menampilkan hasil latihan dengan sangat baik di atas panggung. Semoga pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkarya,” tutur Arum Setyowati, S.Pd.

Pendapat senada disampaikan oleh Pembina Ekstrakurikuler Tari SMP Negeri 2 Brangsong, Hanin Rofika Pramestie, S.Pd. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang saling mendukung selama proses latihan.

“Latihan yang singkat tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun saya melihat semangat luar biasa dari seluruh penari. Mereka memiliki kemauan belajar yang tinggi, saling membantu, saling mengingatkan, dan tidak mudah menyerah ketika mengalami kesulitan. Kami tidak hanya melatih teknik menari, tetapi juga membangun karakter, rasa percaya diri, disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama. Penampilan hari ini merupakan hasil dari proses panjang yang penuh perjuangan. Saya berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga bagi anak-anak untuk terus mencintai seni budaya dan berani tampil membawa nama baik sekolah di berbagai kesempatan,” ujarnya.

Penampilan Tim Tari SMP Negeri 2 Brangsong mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari para penonton. Tepuk tangan bergemuruh terdengar ketika tarian berakhir. Banyak pengunjung mengabadikan setiap momen menggunakan telepon genggam sebagai bentuk kekaguman terhadap penampilan para siswa. Tidak sedikit pula yang menyampaikan bahwa tarian tersebut berhasil membawa mereka bernostalgia mengenang masa kecil yang penuh permainan tradisional, kebersamaan, dan keceriaan.

Keikutsertaan dalam Kendal Open Fair 2026 menjadi bukti nyata komitmen SMP Negeri 2 Brangsong dalam mendukung pengembangan bakat dan minat peserta didik, khususnya di bidang seni budaya. Selain sebagai ajang unjuk kreativitas, kegiatan ini juga menjadi media untuk mempererat hubungan antarsekolah, memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat, serta menanamkan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa kepada generasi muda.

Melalui penampilan yang memukau ini, SMP Negeri 2 Brangsong kembali membuktikan bahwa prestasi tidak hanya diraih melalui bidang akademik, tetapi juga melalui seni dan budaya. Dengan semangat kebersamaan, kerja keras, disiplin, serta dedikasi seluruh tim, sekolah berharap dapat terus melahirkan generasi yang kreatif, berkarakter, berprestasi, dan mampu menjadi duta budaya yang membanggakan Kabupaten Kendal di tingkat yang lebih tinggi.

google+

linkedin